Langsung ke konten utama

Eksplorasi 2019 : Kampung Zuhud.

self-improvement at Kampung Zuhud 

little explanation, Aku orang yang tidak suka mulai percakapan dan akan melakukan apapun agar menjauh dari situasi tersebut. dan disini aku ingin cerita tentang bagaimana aku menghadapi nya.

DAY 1: Lost our brain cells on the train.

11/10/2019
 Semua sudah siap langsung deh pesan GRAB lalu pergi ke Stasiun Pasar Senen bersama Ai dan bunda. 2 jam perjalanan aku sempat kan untuk tidur. Sesampainya disana aku sholat maghrib dan isya lalu langsung bertemu teman- teman yang sudah sampai. Saat bertemu mereka pun aku gugup bagaimana cara agar perjalanan ini tidak bosan dan dipenuhi canda tawa. Aku hanya duduk di kursi terdiam menunggu mangsa agar bisa diajak bicara. Aku melihat Andini sedang mengobrol dengan Taci dan Kayyisha dengan cepat aku langsung "Hi. ngomongin apa nih?" dan kami langsung mengobrol panjang. ya begitulah cara ku bertahan hidup di sebuah kegiatan bersama (demi mendapatkan cerita seru)

 Tiket dibagikan dan kami semua langsung berjalan masuk kedalam kereta. Di dalam kami bermain kartu, berbagi cerita dan sempat di tegur karena terlalu berisik. Tenang kita tanggung jawab kok. Jam tangan ku menunjukan jam 12 malam dan percaya lah di jam- jam segitulah hal- hal aneh terjadi. 
 Dimulai dari bercanda dengan sebuah pensil B, Lalu diikuti dengan saling menceritakan masa lalu yang kelam, dan akhirnya kami tidur... sebentar doang gak lama sekitar 30 menitan. yahhh yang penting udah berusaha tidur.
 I have to say, Vacha is the weirdest one.

DAY 2: I don't want to be here

11/11/2019
 jam 4 pagi kami sampai. Untuk ku semua terasa seperti deja vu karena setiap lebaran mainnya kesini terus. Dengan segera aku taruh tas ku lalu sholat shubuh di masjid dekat stasiun. Setelah sholat kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki mobil bak dan sempat berhenti ke sebuah Alun-alun yang bernama Manunjaya disana kami bermain benteng. Waktu bermain selesai, kami naik ke mobil lagi dan melanjutkan perjalanan, We almost forgot Alfar in the toilet-

Perjalanan ke Kampung Zuhud di Ciamis, Cidolog, Sukajadi, Hegarmana. Muka ku sudah sakit sekali terkena angin dingin di pagi hari dan akhirnya kami sampai di Kampung Zuhud. Kami beristirahat sebentar sambil menunggu pak Kuwu dan pak kades. 

jam 9 pak Kuwu dan pak Kades pun datang dan kami berbincang sedikit lalu setelah itu kami di ajak berkeliling desa bersama salah satu pemuda karangtaruna yang bernama kak Andon. Setelah itu kami ke empang untuk memasukan ikan, Setelahnya kami bermain ke DAM dan mencoba berenang disana, di saat ini aku sangat bangga pada diriku karena menjadi cewe pertama yang lompat dari ketinggian 2 meter. Kami pun kembali dan mandi.

Setelah mandi dan menjemur baju kami dibawa ke rumah inang kami... Disinilah disaat yang aku paling tidak suka, BERKOMUNIKASI. Seandainya aku bisa lari dan bersembunyi saat itu aku pasti akan melakukan nya dari jauh hari. Langkah demi langkah terasa berat dan rasa takut semakin memuncak. Aku memang terlihat .. normal tapi sebenarnya saat itu  perutku rasanya tidak enak, leher ku sakit, pikiran ku kemana- mana dan-

"Assalamualaikum!" 

malam itu aku sangat capek dan tidak bisa berhenti memikirkan betapa memalukannya tadi. Rasanya otak ku mati rasa.

' Bolehkah aku pergi dari sini?' pikirku.


DAY 3: OASE VS Anak Kampung

11/12/2019
Jam 5, waktunya berangkat ke Kampung Zuhud untuk menemui mentor. Setelah itu kami pulang setelah sejam disana dan permainan pura- pura OK ku masih berlanjut. Saat menuju kembali kerumah yang aku pikirkan hanyalah, 

'Apa topik yang bagus untuk dibicarakan nanti...?' 

Tanpa sadar kami sudah dirumah. Untung nya saat itu kami ditawarkan apakah ingin mandi atau tidak dan itu membuat ku lega karena tidak harus berkeringat dingin bagaimana menanyakannya. Saat Aliyah mandi dan aku menunggu aku didatangi oleh yang punya rumah. Btw kita mandi dirumah tetangga bu Itin yang mereka memang punya Toren. Saat ibunya duduk di samping ku tangan ku yang tadinya kering tiba- tiba menjadi basah ditambah sedikit gemetar.

'apa yang harus lakukan!? (10x)' Pikirku sambil memalingkan wajah ke lantai.

"Nama ibu siapa?" kataku

Walau hanya melontarkan beberapa kata pipi ku rasanya agak gak enak tapi untungnya kami saling ngobrol walau hanya sebentar tapi didalam hati aku bersorak ria. Setelah selesai mandi kami diajak memotong ayam bersama pak Kades. Setelah memotong ayam kami diajak menyabuti bulu ayam bersama bu tuti dan Teh Ririn. Setelah itu di cuci deh.    

Sarapan adalah hal yang paling bisa aku syukuri saat itu, karena makanan disana walaupun sederhana tapi enak- enak! Pagi itu kami makan sup baso ala Bu Itin. Nah setelah sarapan kami juga diajak membuat Bandros. Jika Kue pancong itu dimakan dengan keju ataupun coklat maka Bandros dimakan dengan sambal dan bumbu atom bulan. Dan kue Bandros terbuat dari kelapa tua yang diparut dan di tambah dengan terigu dan bumbu- bumbunya.

Hari sudah mulai panas pak Jaka mengajak kami ikut berjualan keliling desa. Dan aku bisa melihat betapa susah payah nya pak Jaka mengangkut barang- barang jualan nya. Hari sudah panas sekali waktu itu kami disuruh kembali kerumah bersama teh Ririn yang memang ikut saat itu kami pun pulang.

Tak lupa dengan janji ku kepada teman- teman bahwa akan ada pertandingan bola antara OASE dengan anak kampung Zuhud. Dengan sesegera kami berjalan ke lapangan. Setelah melewati proses panjang tentang peraturan akhirnya Abah datang dan menyelesaikan semuanya. Anak OASE perempuan melawan anak kampung yang perempuan dan itu SERU banget akhirnya aku bisa mengeluarkan keahlian ku hahaha. Kami menang dengan skor 2 - 1. Tapi personally aku lebih terkagum pada anak kampung yang cewek karena mereka main bola pakai ROK! keren banget si.

Taci dan Aliyah sudah pulang duluan sedangkan aku masih menonton anak OASE yang laki bermain tapi karena bosan aku pun pulang dan sesampainya disana ternyata grup Azalea sedang bermain kartu di rumah kami.

setelah selesai bermain dan azalea pulang Aku, Taci dan Aliyah makan dan memasak sayur lodeh kami sendiri rasa nya mantap.  Setelah makan kami mandi.. dan mandi kali ini lebih menantang... kami mandi di kamar mandi umum yang sebenarnya hanya di khusus kan untuk laki- laki . YUP! apa salahnya mencoba hal baru.

Mandi yang memalukan dan menantang ini pun selesai kami pulang dan melanjutkan perjalanan Aku, Aliyah dan Grup Azalea diundang oleh anak cewek kampung yang tadi bermain bola untuk sholat di mesjid dan kami pun setuju. Saat sampai disana sholatnya sudah mulai kami pun bergegas ambil wudhu dan langsung sholat berjamaah bareng tapi herannya... kami tidak melihat anak- anak kampung yang mengundang kami. hm..

Hari sudah gelap tapi apa salahnya bermain sebentar bersama kucing dari rumahhnya Abah hehe. Selesai bermain kami pergi ke Kampung Zuhud untuk refleksi lalu pulang dan tidur.

'ya.. hari ini lumayan' sambil menghela nafas lega.

DAY 4: Kind people 

11/13/2019
"Bangun pagi ku gosok gigi tidak lupa sembahyang dulu Aku pergi ke kampung Zuhud menemui mentor-mentor ku" (kalo nada nya gak ngepas mbok ya maafkeun ) 

Setelah refleksi kami  pulang dan langsung disambut dengan sarapan yang enak. Setelah itu kami mandi DI rumah tetangga nya bu itin. setelah mandi kami diajak bergotong royong untuk pernikahan dari keluarganya pak Jaka (aku lupa siapa yang nikah ya..).

Gotong royong = KOMUNIKASI

huuuhhhh.... gimana lagi ini.

Dan lagi- lagi tangan ku bergemetar dan berkeringat tapi tidak sehebat sebelumnya. Aku langsung duduk di dekat Teh Ririn dan temanya untuk mengupas kulit kentang. Aku hanya duduk terdiam sambil fokus mengupas kentang dan mendengarkan percakapan ibu- ibu yang sedang berbicara. Mungkin karena sibuk mengupas kentang aku tidak terlalu banyak pikiran.

Selama mendengarkan mereka berbicara dan hanya mengerti sedikit apa yang mereka katakan saat mereka membuat lelucon dan tertawa aku pun ikut tertawa dan disitu diriku merasa sudah berbaur pada mereka.

Selesai mengupas kentang aku beralih ke Taci dan Aliyah yang sedng meraut wortel. Aku, teh Ririn dan temannya pun ikut duduk bersama mereka. Walau aku sudah merasa dekat tapi tetap saja aku masih takut mengeluarkan suara ku dan hanya menyimak pembicaraan dan lelucon yang mereka buat tapi menurut ku.. ini tidak apa. Kami diberi BUANYAK makanan dan semua enak- enak salah satu makan favorit ku juga ada disitu. Tak lama dari situ kami kembali kerumah dan tidur.

4 jam tidur siang aku terbangun oleh pangilan teh Ririn untuk makan siang. Kami makan sayur lodeh siang itu sambil menunggu Taci dan Aliyah pulang yang sedang bermain kerumah kelompok lain. Mereka pun pulang dan makan siang setelahnya.

Kami diajak menanam pohon di Kampung Zuhud. Kami mengambil pohon manggis menurutku pengalaman ini seru dan agak menantang karena saat menggali... cangkulnya copot dan lahan yang kita gali ada akarnya...apess.

tiba- tiba saja gerimis, dengan bergegas kami pulang sesamppainya dirumah kami hanya duduk menatap langit yang menangis tapi memberi kesejukan dan nikmat bagi orang- orang yang membutuhkannya. Beberapa lama kemudian kami melihat kelompok Leo dan Pieces menuju ke pernikahan untuk bantu- bantu kami pun ikut kesana.

Selesai dari sana kami diajak nini membuat perkedel yang enak. Dan beneran ENAK banget aku makan dengan lahap. Selesai itu seperti biasa selesai makan kami langsung mandi, terus Refleksi bersama mentor di KaZu, pulang dan tidur.

DAY 5: The day without our family

11/14/2019
Kami sudah semakin dekat dengan keluarga kami, dan itu hal yang baik tetapi hari itu kami akan sibuk melakukan banyak hal diluar rumah.

Seperti biasa bangun pagi langsung sholat shubuh dan pergi ke KaZu untuk refleksi lalu kembali kerumah untuk sarapan. Setelah makan perkedel yang UENAK kami berangkat lagi ke KaZu  untuk pergi ke pabrik pembuatan sotong yang baru pertama kali ku dengar dan cara pembuatan nya seru, sangat melatih kesabaran dan ketelitian. Selesai membuat sotong kami diperbolehkan membawa beberapa sample waahh gak sabar nyobain.

Kami pun pulang untuk menaruh sotong lalu capcus lagi ke KaZu untuk mengamati cara pembuatan Angklung dan cara bermain nya. Aku gak main sih tapi nyanyi hehe jadi malu. Selesai itu kami kembali kerumah untuk nyobain sotong yang tadi kami buat. Kami kembali KaZu sholat dan makan siang disana lalu kami pergi ke empang untuk menangkap ikan ternyata tidak semudah itu. Saat itu aku terjatuh dan tulang ekor ku terpentok batu akibat nya ya... susah sekali untuk duduk dan sembuhnya pun lama.

Saat kami kembali ke Saung KaZu hujan dengan angin yang kencang melanda dan saat itu hanya kami para cewek- cewek yang ada disana tanpa mentor. Saat itu semua panik aku mencoba agar tidak ikut panik tapi ya.. karena mereka juga panik aku harus cari cara biar mereka gak panik.

"KE TOILET! " Aku teriak dengan lantang sambil jalan berjalan ke arah toilet yang menurut ku tempat tertutup dan aman. Ternyata... TIDAK. Atap dari toilet yang kami tuju terhembus angin sampai terbuka. Angin semakin kencang dan aku berusaha untuk menutup nya  tapi karena angin nya terlalu kuat akhirnya aku menyerah.

"Kak Khansa! disini aja" Kata Kayyisha (kalau gak salah). Toilet terletak di dekat rumah inap mentor jadi kami pun berencana untuk masuk tapi karena gak tega mengotori lantai mentor kami pun berlari ke arah ruangan yang berisi kayu untuk memasak.

'Sepertinya dapur..' pikirku. kami pun berlindung disitu sambil aku menahan pintu yang mendorong paksa terbuka kedalam ruangan seperti di film horror, padahal itu hanya hembusan angin yang amat kencang. Akhirnya pintu terkunci beberapa dari kami masih panik ketakutan saat itu aku hanya ya.. mengamati saja. Tak lama kemudian aku melihat anak laki- laki sedang bermain hujan- hujanan diluar. Akhirnya kami keluar dan ikut bermain.

Kembali kerumah dengan keadaan basah, dan kami harus mandi bertiga lagi. Kami masuk lewat pintu belakang dan kali ini kami mandi di tempat yang SANGAT terbuka lebih terbuka dari pada mandi di pemandian umum 2 hari yang lalu. Sepertinya ini mandi level akhir.

Tiba- tiba bu Itin datang dan itu membuat kami kaget.

"Itu ada Kakek" katanya.

' kakek...?"
"KAKEK!?"

Dengan kekuatan sonic aku bergegas mandi dan langsung bertemu Kakek ku, Kakek tono namanya. Ia adalah Kakak dari kakekku tapi dulu ibuku lebih sering dirawat olehnya dari kecil jadi kayaknya Ibu ku lebih dekat padanya dan aku selalu senang kalau ketemu kakek Tono.

Kakek Tono pun beranjak pulang dan dia menyelip kan sesuatu padaku. Uang.

"WAH!! Kek gausah lahh" kataku dengan rasa gak enak.

"Hehh kok gitu! Ambil aja gak apa- apa, nanti desember kesini ya?"

"Sipp lahh"

Dengan mengunakan motor Kakek Tono pun pulang dan kami langsung makan siang. uyey! dapet duit wkwk. Dan kami hanya berleha- leha didalam rumah dan juga diajarkan membuat Wajit manisan yang terbuat dari kacang merah. dan setelahnya kami siap- siap packing untuk hari esok.

Ada rasa senang juga ada rasa... gak enak?... gak tega?.. apa ya?
Rasa yang tak pernah ada? hehe

HARI 5(2): Im Lost.

11/14/2019
"Life is funny, when you think everything is all sorted just when you begin to plan out, get excited about it and feel like you know the direction, suddenly the paths change, the wind blows the other way, the signs change and then you're LOST"

Hari itu bukanlah yang terbaik well i thought it will be because we are performing something we are all agree about and then it change. To be honest i don't like to talk about it but i will put in short.

That night was a disaster. I thought everything was under control until it change. we sang the song but everyone was not happy about it lol even me. As a leader im more disappointed of myself for not figuring out the way and for thinking short. 

that night i have a very bad panic attack but i bottled it up. And not talking about it.

HARI 6: Kinda Sad, Kinda happy

11/15/2019
The day change also my feelings.

Pagi itu kami agak kesiangan dengan buru- buru kami mengemas barang- barang dan aku harus dengan buru-buru juga kembali ke KaZu untuk mengambil barang yang ketinggalan. huh capek.
Bu Itin menangis di pundak ku kami semua berpamitan dan langsung pergi meniggalkan rumah dengan membawa nomor Hp teh Ririn.

Sesampai dibawah tas dimasukan ke mobil dan kami makan siang dulu, tapi karena kami Orchid sudah makan sejak tadi pagi. Dan sepanjang itu kami hanya mengobrol dan bernyanyi. Tak lama dari itu kami harus berjalan ke bis yang akan mengatar ke terminal bis.

Selama perjalanan aku hanya duduk dan mendengarkan suara alfar yang ya... gitu tapi gak apa- apa aku kuat. Dan selama perjalanan juga aku hanya mentap mentor- mentor yang berdiri sedangkan aku duduk. AHA! aku ada ide.

" Kak, tulang ekor ku sakit aku berdiri ya." kataku, berbohong.

Akhirnya aku bertukar tempat dengan kak Kristin. dan berdiri menatap jalan walau agak pegel. Aku pinter kan kak? hehe.

Akhirnya sampai di terminal sambil berdadahan kepada Abah dan Ambi. Tak lama Bis kami datang dan kami langsung duduk mengambil tempat. Sempat tidur menganga dan itu terekam kamera. Nah, kenapa aku tidur menganga? Saat itu aku tidur menggunakan topi dan topinya gak boleh kebuka, why oh why? karena saat itu kerudung ku bolong terkena api- api yang bertebangan dari api unggun tadi malam jadi ya... kalau gak percaya ada loh di IG nya kak anggi hehehe.

Sempat bercanda dan itu  tertuju pada Alfar yan membuat jokes- jokes receh dan billy yang entah skill menggombal nya sangat memuaskan bagiku. Hari sudah petang bis pun berhenti dan saat keluar dari bis yang ku sangat senang lihat adalah...

Anja.

Saat itu aku bisa lihat betapa terhianatinya ibuku. Lah lagian gak keliatan.
 Yah terus aku pulang dan langsung makan terus istirahat.

THE END-

Kesimpulannya, setiap perubahan pasti selalu susah dan mengerikan itu tergantung pada orang itu sendiri apakah ingin berubah menjadi lebih baik tapi harus menjalani proses yang enggak gampang atau tetap menjadi seorang pengecut yang gak bisa keluar dari comfort zone nya.

Sembari mau mengucapkan maaf karena mengumpulakan jurnal sudah melewati batas deadline. Sebagai ganti ini gambaran ku selama perjalanan Eksplorasi tahun 2019 ini uyey. Dan ini belum di publish di IG art ku jadi yaa silahkan di share atau di apain lah. Terima kasih mentor- mentor ku tersayang.



 terima kasih :)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

LDK ( Latihan Dasar Kepemimpinan)

wahh udah lama gak nulis, sebenernya aku gak terlalu suka nulis atau cerita cerita ke orang tentang apa yang aku lakukan hari ini atau hari itu aku lebih suka nyimpen di otak terus diceritain ke diri sendiri kayak ngomong sendiri gitu. Yaaa walaupun kadang- kadang pengen didengerin, cuman yaa itulah hidup ku sebagai seseorang yang susah bicara. Tapi mendingan ini sih daripada harus cerita ke orang, entah bawaannya males terus kalau ditanya "kemarin habis ngapain ?" atau apalah aku lebih suka dengerin daripada didengerin walaupun ada BUANYAK cerita yang pengen aku share ke temen - temen. Mumpung lagi mood untuk bercerita yaa curhat dikit boleh lah ya.

Aku sekarang berumur 15 tahun sudah banyak pengalaman - pengalaman yang berkaitan tentang kepimpinan yang sudah aku alami. Aku punya satu cerita yang membuat aku mulai suka dengan kata : ketua, kepemimpinan, dan lainnya
Semua berawal dari pengalaman berkemping di gunung Papandayan pada saat kelas 6 SD. Disana aku dan teman - tem…

Log book pramuka OASE

hi, aku ingin memberi tahu saja bahwa aku pelupa dan tidak peka atas sekitar, jadi maaf jika ada yang kurang dan ada hal yang aku lupakan. terima kasih.

//juru rupa//Pertemuan I Tgl/waktu : Rabu., 27 Feb 2019. 13.00
Dimana : Rumah Inspirasi
Mentor yang hadir : Semua hadir
Kegiatan : Review sketch masing masing

Pertemuan II
Tgl/waktu : Rabu., 13 Mar 2019. 13.00
Dimana : Rumah Inspirasi
Mentor yang hadir : Kak vanda, Kak Nina
Kegiatan : Review membuat ulang karya dan menceritakan cerita di balik karya masing - masing

//Juru Musik//pertemuan I Tgl/waktu : Rabu., 13 Feb 2019. 13.00
Dimana : Rumah Inspirasi
Mentor yang hadir : Semua hadir
Kegiatan : Perform saat upacara menyanyikan lagu "yamko rambe yamko"

Pertemuan II
Tgl/waktu : Minggu., 17 Feb 2019. 13.00
Dimana : Rumah Inspirasi
Mentor yang hadir : Kak daru, Kak andit, Kak anggi?
Kegiatan : menyanyikan 3 lagu yang sudah dipilih oleh kelompok masing - masing

Pertemuan III
Tgl/waktu : Rabu., 26 Feb 2019. 14.00
Dimana : Rumah Inspir…